


Dari Sebuah Tulisan Menjadi Jejak Literasi Kota Tual
Tual, 17 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi salah satu momentum bermakna dalam perjalanan pengabdian Andi Ridwan di bidang pendidikan dan literasi. Dalam rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, Andi Ridwan menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual sebagai penulis yang dinilai berkontribusi dalam pengembangan literasi di Kota Tual.
Penghargaan tersebut memiliki makna tersendiri bagi Andi Ridwan yang selama ini menjalankan pengabdian pada dua ruang pendidikan. Ia merupakan Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Tual sekaligus Dosen Pendidikan Agama Islam di STIT As Salama Tual. Bagi Andi, sekolah dan perguruan tinggi bukanlah dua ruang yang terpisah. Keduanya menjadi tempat bertumbuhnya gagasan, tradisi membaca, menulis, berdiskusi, meneliti, serta berbagi pengetahuan kepada generasi muda.
“Bagi saya, penghargaan ini tidak semata-mata dimaknai sebagai sebuah piagam atau bentuk apresiasi personal. Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa tulisan, sekecil apa pun, memiliki kemungkinan untuk menghadirkan pengetahuan, menyimpan pengalaman, membangun kesadaran, serta menjadi bagian dari proses perubahan sosial,” ujar Andi Ridwan.
Pandangan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa menulis bukan hanya aktivitas merangkai kata. Menulis merupakan proses intelektual yang mempertemukan pengalaman, pemikiran, dan pengetahuan. Sebuah pengalaman dapat berkembang menjadi gagasan, gagasan dapat didokumentasikan menjadi tulisan, sementara tulisan dapat terus hidup dan dibaca oleh generasi yang berbeda. Dari sanalah literasi memperoleh makna yang lebih luas, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan membangun cara berpikir yang kritis, reflektif, dan terbuka terhadap pengetahuan.
Kota Tual sendiri memiliki kekayaan sosial, budaya, pendidikan, serta kearifan lokal yang layak terus digali dan didokumentasikan. Beragam pengetahuan dan pengalaman masyarakat dapat menjadi sumber penting bagi lahirnya karya-karya yang tidak hanya merekam identitas daerah, tetapi juga memperkenalkan Tual dan Tanah Kei kepada ruang akademik dan masyarakat yang lebih luas.
Karena itu, budaya literasi perlu tumbuh sebagai gerakan bersama. Sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan, komunitas, keluarga, dan masyarakat memiliki ruang yang sama penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, menulis, belajar, dan berkarya. Kemajuan sebuah daerah tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kualitas manusia yang mampu berpikir, menghasilkan gagasan, serta mengembangkan pengetahuan.
Bagi Andi Ridwan, penghargaan ini bukanlah titik akhir dari sebuah pencapaian. Sebaliknya, apresiasi tersebut menjadi tanggung jawab moral dan akademik untuk terus belajar, menulis, mengajar, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi pendidikan serta masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, serta seluruh pihak yang terus memberikan ruang bagi tumbuhnya budaya literasi. Penghargaan tersebut didedikasikan kepada para guru, dosen, pelajar, mahasiswa, penulis, akademisi, pegiat literasi, dan masyarakat Kota Tual yang terus menjaga semangat belajar dan berkarya.
Dari Kota Tual, dari Tanah Kei, semangat literasi itu terus dinyalakan. Sebab satu buku dapat membuka cakrawala pemikiran, satu tulisan dapat menumbuhkan inspirasi, dan satu generasi yang literat dapat ikut menentukan arah masa depan sebuah daerah.
Terus membaca, terus menulis, terus belajar, dan terus berkarya. Sebab boleh jadi, tulisan yang kita lahirkan hari ini akan menjadi cahaya pengetahuan bagi seseorang pada masa yang akan datang.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Dari Kota Tual, dari Tanah Kei, untuk Indonesia.
#LiterasiKotaTual #KotaTual #TanahKei #Maluku #GuruMenulis #DosenMenulis #LiterasiPendidikan #GerakanLiterasi #PenulisIndonesia #DirgahayuRI81 #IndonesiaMaju #TerusMenulis #TerusBerkarya

